‘Duhhh
sudah mandi ya.., koq cantik banget sihh, anak siapa ya ini..??’
‘Anak
koq dibilangin gak pernah nurut sama sekali…, anak siapa tho kamu tuh
sebenarnya..?’
“Wahh
kamu juara kelas lagi yaaa..?? anak siapa sih koq pinter banget…”
“Cucu
siapa kamu tuh, kerjaannnya main melulu, gak ada cucu Nenek yang lain seperti
kamu…”
Hmmm,
petikan-petikan kalimat di atas sudah sangat familiar di telinga kita, mungkin
kita sendiri sebagai Ayah dan Bunda sering melakukannya, uupppsss… Sasarannya
tidak saja anak yang masih balita, bahkan juga pada anak-anak yang sudah masuk
usia sekolah bahkan remaja, atau bahkan semasa kita menjadi anak-anak sering
sekali mendapat kalimat seperti itu yang ditujukan pada diri kita. Ada yang
salahkah dalam kalimat-kalimat tersebut. Ayo kita cermati bersama, dan kita
temukan jawabannya.. Yeachhh benar, kalimat-kalimat tersebut memiiki makna yang
sama, kalimat tanya yang tidak jelas jawaban pastinya karena mengandung
misteri…, wuiihhh segitunya ya…
Sekilas memang tampak tak ada yang
salah dengan kalimat itu, tapi setelah ditelaah, woowww ternyata dampaknya sangat besar lho. Contoh
kalimat-kalimat di atas baik yang isinya positif dan negatif mengandung
pertanyaan: kamu anak siapa sihh..??
bagi anak artinya adalah: Lho koq pada
gak tau ya aku ini anak siapa? Koq semua pada nanya: Kamu ini anak siapa
sih..?? Kalau kalimat semacam itu hanya diucapkan sekali atau dua kali pada
si anak mungkin tidak akan menjadi persoalan, tetapi jika itu diucapkan secara
terus menerus dan ditambah lagi diucapkan oleh orang yang berbeda-beda, tentu
saja akan menimbulkan kebingungan pada diri anak, sebenarnya aku ini anak siapa
yaa…
| Kalau dibilang gak mirip mama-papa, lalu aku anak siapa?? |
Duhh, miris ketika menghadapi
masalah seperti itu. Rasanya tak mungkin lah, itu hanya kalimat sepele, tapi
kenyataannya ada kasus-kasus yang salah satunya dilatarbelakangi oleh perasaan-perasaan
bingung dan penuh tanda tanya. Mungkin sebenarnya tak ada sedikitpun terbersit
tujuan ayah atau bunda untuk membuat bingung anaknya, tetapi setiap anak bisa
kan menangkap setiap kalimat dengan cara dan maknanya sendiri?? Sebagian
mungkin mengucapkan kalimat demikian hanya untuk menggoda sang anak, tapi
sayangnya lalu kalimat tanyanya dibiarkan menggantung. Bagi anak yang kritis
dan sensitive, pertanyaan seperti itu akan memenuhi ruang hatinya dan terus menggelayut
di benaknya, terutama ketika pertanyaan itu dilontarkan ketika anak berada di
posisi yang tidak sejalan dengan orangtua (=membangkang atau melawan), atau
pertanyaan itu berkaitan dengan merendahkan bentuk fisik, misalnya: Kamu tu
anak siapa ya, koq kulitnya hitam sendiri, padahal ayah dan Ibu gak sehitam
kamu…., Bagi anak yang kriti stentu akan menjawab: Lah kan bukan maunya saya
dapat kulit hitam begini…?? Tapi bagi anak yang tidak bisa mengungkapkan
perasaannya.., pertanyaan sejenis ini akan sangat meresahkannya. So, sebelum
ini menjadi masalah, kita ubah yuk kebiasaan ‘sepele’ ini. Janganlah membuat
bingung anak kita dengan pertanyaan-pertanyaan sejenis ini, kalaupun memang
ingin menggunakan kalimat seperti ini, tak ada salahnya kan kalau kita sambung
dengan kalimat seperti :
“ehmm
ya pastinya ya anak Ayah lah yang cantik ini”, atau:
“Lho
anak Ibu koq sekarang belajarnya kurang rajin ya…”,
“Nenek
rasanya gak percaya kalau cucu Nenek ni
sekarang selalu jadi juara kelas.., bangganya Nenek padamu…”, dan sebagainya…
Kalimat-kalimat
tersebut setidaknya akan memberi penguatan dan pengakuan pada anak bahwa kita
ada di belakangnya, apapun kondisi dia. Bahwa dia benar-benar anak Ayah dan
Bunda apapun sifat, kondisi dan perbuatannya. Yang jelas, satu masalah tidak
ada padanya, yaitu ketidakjelasan identitas asal-usulnya. Suatu perubahan yang
besar tak akan terjadi tanpa didahului oleh merubah hal-hal sepele ke arah
kebaikan…..
Ditulis Oleh :
Bunda Shinta
Puri Melati,
Jogja, 12 Mei 2011
Jam 21.50







Bisa jadi bangsa kita yang sekarang kehilangan jatidiri ini, berawal dari kisah anak-anak negri yang sering ditanya orangtuanya, kamu ini anak siapa.., jadi semua orang tidak memiliki identitas diri..., good-article, luv it.. (Nadya-Calon orangtua)
ReplyDeletejangan tnya aku anak siapa tapi lebih baik bertqnyq siqpq yqng mu jadi orangtuaku
ReplyDelete