Diary Terindah
Tiba-tiba rasanya waktu kembali ke
masa hampir 30 tahun yang lalu. Ehmmm, tak juga berhasil kutemukan episodenya. Waooww,
berarti ini lebih cepat maju sekitar 5 tahun an. Tak tau harus berkata apa
ketika suatu hari menemukan sebuah diary manis, milik gadis kecilku, yang belum
genap 8 tahun. Bukan bentuk diarynya yang membuatku tersenyum, yang kertasnya
sudah hampir copot sana-sini, yang penuh dengan coretan pastel warna, bukan juga tentang rapi tulisannya untuk ukuran anak kelas 2 SD, tapi isi tulisannya yang
membuatku terpana. Beberapa lembar, seakan usianya sudah dewasa dari usia akte
kelahirannya, satu lembar ini sangat menarik perhatianku.
Kamis, 29. 12. 2011
Cita-citaku jadi Dokter,
tapi dokter yang bisa terbang,
seperti kupu-kupu.
Kalau jadi kupu-kupu
aku bisa anter Bunda Cinta
ke manapun Mama pergi
Gak perlu antri beli bensin
motor atau mobil…..
Gak perlu kena macet.
Jadi mama bisa cepat kembali
ke rumah,
Kasian kalau mama capek,
Tunggu aku jadi kupu-kupu ya Ma…
Sangat
sederhana…, tapi nyatanya buatku sangat romantis, so sweet. Tulisan itu mampu
membangun sebuah taman dan istana mewah di hatiku… dulu waktu usiaku 7 tahun
rasanya tak pernah bisa membuat tulisan se-romantis ini (seingatku dulu mulai
sering nulis-nulis di diary waktu kelas 6 SD). Aku pernah dimabuk cinta (oleh
asmara) pastinya, tapi sensasi romantic nya bisa terkalahkan oleh rasa kali
ini. Lalu pelan-pelan kugali makna apa yang tersirat di balik tulisannya. Lagi-lagi
membuatku tercengang: kita ini manusia, memang gak akan bisa menjadi kupu-kupu,
tapi aku ingin jadi kupu-kupu artinya aku ingin terbang, bukan pake sayapku,
tapi pakai sayapnya pesawat, guruku pernah bilang kalau kita pintar, rajin
belajar, maka nanti kalau besar akan mudah cari uang, lalu bisa terbang ke
manapun, keliling dunia, dan Mama akan kuajak pastinya. Mama juga sebaiknya gak
usah kerja sampai capek, kasian aku kalau liat mama capek. Subhanallah.. Fantastic….., kupisahkan lembaran kertas
diary itu dari bukunya, lalu kusimpan, sebagai kertas terindah, yang ada di
dalam dompetku, juga sanubariku…. Teruslah menulis Nak, teruslah belajar
berekspresi, keluarkan isi hati, agar dunia tau cantik budipekertimu….
Bunda
Shinta
30
Desember 2011
Sebagai
Ibu, hanya bisa berkata sendiri: Fabi ayyi alaa irobbikuma tukadzibaan….
(Maka
nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang akan kau dustakan…)








Fantastic Bunda, kapan aku bs dapat hadiah begitu dari anakku.., yang selalu sibuk sendiri dengan dunia dan teman2nya..., 4 jempol buat bidadarinya Bund.. (Nita-Jogja)
ReplyDelete