Monday, January 16, 2012

Saya Seorang Pembelajar


Oleh. Bunda Cinta 

Saya adalah seorang pembelajar. Ya, saya menyadari sepenuhnya bahwa manusia adalah anak lingkungan. Dari lingkungannya, hendaknya setiap manusia bisa senantiasa belajar. Saya selalu ingin bisa mengambil pelajaran atau hikmah dari apa atau siapaun yang saya temui. Belajar tidak hanya dari bangku formal di kursi-kursi sekolah atau kuliah, tetapi juga dari tempat-tempat non formal bahkan dari setiap kejadian hidup sehari-hari. Semakin saya mempelajari atau mengenal ilmu atau teori baru, semakin saya merasa bahwa saya ternyata amatlah kerdil, amatlah tidak tau apa-apa, itu akan menjadikan saya kembali selalu semangat untuk  menggali lebih dalam lagi. Bahkan sebagaimana diungkapkan dalam suatu ayat AlQur’an Surat Luqman  bahwa jika air laut diibaratkan sebagai tintanya, dan daun-daun di muka bumi ini sebagai kertasnya, maka tidak akan cukup air dan daun ini untuk menuliskan ilmu-ilmu yang ada di muka bumi ini. Subhanallahhh, sungguh ilmu ternyata teramat luasnya, dan saya baru mencicipinya seteguk saja.

Selalu semangat belajar bersama teman-teman pembelajar
Pembelajar bidang apa sih?? Banyak hal tentunya, tetapi tentunya kapasitas otak dan diri saya sangat terbatas. Beberapa tahun terakhir saya sangat menikmati perjalanan dan lika-liku dalam satu bidang, dan ini sangat menarik buat saya. Ya, dunia psikologi, lebih spesifik lagi sangat jatuh cinta pada dunia psikologi pendidikan dan perkembangan anak. Woowww  ternyata banyak hal menarik di sini, banyak sekali ilmu yang berkaitan dengaannya, salah satu yang tentu saja tak bisa lepas ya dunia kepribadian orang biasa yang notabene menjadi orangtua bagi anak-anak. Orangtua adalah guru terdekat bagi anak-anaknya. Dalam ilmu psikologi, masalah-masalah pendidikan dan perkembangan anak dan hubungannya dengan para orangtua dikemas dalam suatu bidang yang popular disebut sebagai materi Parenting. 

Ya benar, saya jatuh cinta pada dunia parenting, dan layaknya orang yang jatuh cinta, semua hal-hal yang berbau parenting akan sangat memabukkan saya….. Saya sangat tergila-gila dalam dunia parenting ini, tidak saja semangat dalam membaginya kepada orang lain, tetapi saya juga senantiasa haus untuk meminta cahaya dari oranglain. Di setiap pelatihan, seminar, workshop atau diskusi tentang parenting, selama saya bisa (secara ekonomi, waktu dan tenaga), maka saya akan berusaha mengikutinya. Rasanya tak ingin kehilangan moment sedikitpun….Dan begitu saya bisa mengobati dahaga saya, wahhhh kepuasannya serasa tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. (mungkin mendekati kalau dalam istilah psikologi disebut dengan mengalami yang disebut dengan “peak experience”) #hehehe segitunya ya#. Perasaan tersebut kuranglebih sama ketika saya melihat rasa puas dan bahagia pada wajah orang-orang yang berkenan mencicipi cahaya dari saya.
Tak ada yang kebetulan, sampai belajar 'action' di dalam lift....

Saya punya banyak guru. Seperti saya katakan tadi,  tidak hanya guru dari pendidikan formal (guru sekolah dan dosen-dosen di perguruan tinggi) yang bisa menjadi panutan saya, tetapi juga guru-guru kehidupan saya (yang terutama tentunya orangtua saya), seperti narasumber di sebuah seminar, dari sebuah komunitas, pelatihan, public figure, teman, saudara, tetangga, anak-anak saya, bahkan orang yang belum pernah saya kenal sekalipun. Dari sebagian guru-guru saya tersebut, ada yang sangat kuat tersimpan dalam sanubari saya, dan bahkan sebagian besar dari apa yang saya tanamkan dalam diri saya sekarang adalah berkat penanaman nilai atau konsep yang kuat dari guru saya tersebut. 

Saya ingin sekali senantiasa tak melupakan jasa-jasa baik guru-guru saya. Hmmm beberapa tahun yang lalu saya pernah berfikir bahwa mungkin saya harus mencari cara agar value dari guru-guru saya terus bisa terpatri dalam diri saya. Owwwhhh yes, saya menemukan cara itu. Yesss, dengan menuangkannya dalam bentuk tulisan!!! Salah satu agenda favorit saya yang berhubungan dengan kegiatan belajar saya adalah “menulis”. Menulis sering sekali saya lakukan untuk mengekspresikan perasaan saya, bisa berupa pengalaman saya pribadi atau melihat / menjadi penonton bagi episode yang dimainkan orang lain. Menulis saya jadikan agenda tetap (selain membaca tentunya), salah satunya karena saya tidak ingin kehilangan memory terhadap suatu hal. Bukannya saya meragukan ingatan saya, tetapi dengan menulis, bulir-bulir hikmah kehidupan tidak hanya bisa bermanfaat bagi diri saya, tetapi juga sangat bermanfaat bagi orang lain yang membaca tulisan saya. 
Dalam situs sini, saya memposting artikel-artikel yang saya tulis berdasarkan pengalaman khusus dengan ‘guru-guru’ special saya. Tentu saja, tidak atau belum bisa semua saya berhasil menuangkannya dalam bentuk tulisan. Tapi, saya tetap terus melengkapinya supaya bisa terus membagi value-value bermakna bagi banyak orang. Terimakasih tentunya saya ucapkan dengan penuh rasa hormat bagi siapa saja yang pernah menjadi guru saya. Dan saya sangat berharap, semoga semua guru-guru saya tak keberatan sedikitpun ketika saya menyebut nama-nama Beliau tersebut dalam tulisan saya dan membagi isi pikirannya kepada orang lain. Semoga senantiasa Allah Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan dalam hidup guru-guru kehidupan saya.
Berteman dengan yang muda-muda membuat saya 'muda'
Tulisan dalam artikel-artikel saya memiliki gaya bahasa yang sangat santai, wahhh jauh deh dari yang namanya tulisan ilmiah. Menurut saya, cukuplah sudah ilmu psikologi dibahas secara ilmiah oleh teman-teman dan dosen-dosen saya yang menjadi akademisi di kalangan kampus atau perguruan tinggi, dimana di kampus ilmu psikologi dibedah, dianalisis untuk kepentingan kuliah, tugas, penelitian, skripsi, tesis, disertasi dan juga seminar-seminar di kampus. Cukuplah itu menjadi wewenang dan dunia kawan-kawan saya. Bagi saya, cukuplah teori-teori dan kata-kata ilmiah psikologi itu sudah menjadi dunia yang saya geluti ketika saya di kampus. Kini, saya ingin mengekspresikannya ke dalam bentuk yang berbeda. Saya ingin menerjemahkan banyak teori-teori tersebut ke dalam tulisan yang berisi kalimat yang mudah difahami oleh siapa saja dari kalangan manapun. Saya ingin mengolah teori-teori yang pernah saya pelajari ke dalam nyanyian atau syair kehidupan sehari-hari agar lebih banyak orang yang mengenal dan bisa mengamalkan nilai-nilai Psikologi Positif dalam kehidupannya.
Saya tentunya tak bisa sendiri dalam menggapai impian saya, yaitu ingin menjalani hidup dengan lebih nyaman dan happy. Saya butuh dorongan, gandengan tangan, saran, sentilan, dan kritik dari banyak pihak. Semua semata-mata tentunya agar impian kita semua lebih cepat terwujud. Saya percaya, cepat atau cepat banget kita semua akan berkata: Yes, I  Can Do It. Dalam hal apapun. Yukkks teman, jadi teman belajar saya…, tidak ada alasan untuk tidak belajar hanya karena alasan usia...  Mari berbagi cahaya….

Oleh : Bunda Shinta
Jogja, 01 Januari 2012  Jam 08 pagi…
Never Ending Keep Learning Mas Bro, Mba Sist....

Artikel lain : 
1. Blind-Spot (daerah buta) ......Baca Selanjutnya
2. Reward-Punishment, Pentingkah bagi Anak?? .......Baca Selanjutnya



1 comments:

  1. Sukses untuk Bunda Cinta
    Semoga mBak Shinta selalu Diberi Kekuatan dan Kebahagiaan dalam mengelola dan Mengembangkan Bunda Cinta....Amin

    Graha Asri Semangkak Klaten
    Daru

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan pendapat atau komentar anda