Wednesday, February 22, 2012

Ayahku Ayah Terbaik Buatku



Setiap tanggal  22 Desember
Semua orang mengatakan “Selamat Hari Ibu” pada Ibu mereka
atau pada Ibu-ibu  lain yang bahkan tak dikenalnya…
Betapa kulihat semua orang sangat  menyayangi Ibunya,
Menyanjung jasa Ibu dan mengenangnya sebagai hal terindah
Memang sangat tak bisa dipungkiri bahwa jasa Ibu tak terukur oleh apapun

Lalu, mengapa seakan-akan ada sosok yang terlupakan
Yang jasanya tentu tak kalah besar dibanding Ibu
Siapakah Dia?
Ooowwhhhh, dia adalah Sosok Ayah…
Sosok paling perkasa di rumah yang siap melindungi dari bahaya apapun
Sosok paling bertanggungjawab atas segala hal yang dibutuhkan anak-anak
Sosok yang dalam diamnya menyimpan sejuta pusing ketika anak-anak berkata harus bayar sejumlah uang ke sekolah…
Sosok yang dalam tenangnya menyimpan sejuta kekalutan ketika tau ada masalah dengan anaknya
Adakah  hari Special buat Ayah???

Tapi buat apa ada Hari Ayah?
Bukankah  Ayahku tak seperti Ibu, yang cinta luar biasa padaku..,
Ibu mudah sekali menangis dan khawatir padaku
Ibu sangat sayang dan perhatian padaku…, hmmm nampaknya Ayah tak terlalu perhatian padaku…, apakah Ayah tak sayang padaku??
Hmm, ketahuilah anak-anakku…, Ayah mencoba menuangkannya lewat tulisan berikut ya…
Baca baik-baik Nak…

Ayah tak mudah menangis bukan karena ayah tak punya airmata Nak, tapi karena sebelum keluar dari mata Ayah, airmata ayah sudah berubah menjadi keringat dan peluh, yang kupertaruhkan setiap hari agar keringat itu bisa berubah menjadi uang, yang bisa kau gunakan untuk memenuhi semua kebutuhanmu…, keringatku bisa berubah menjadi nasi dan lauk-pauknya Nak, agar bisa kau makan setiaphari…

Ayah tak mudah mengeluarkan banyak kata-kata bukan karena ayah tak bisa ekspresif seperti Ibumu, tapi karena ayah harus banyak berfikir, agar dengan cara bagaimana ayah selalu bisa melindungi kalian anak-anakku dari segala bahaya yang mengancam, harus menaungimu sebisa mungkin agar tak ada oranglain yang bisa menginjak-injak kehormatan dan harga dirimu….

Tapi aku senang sama Ayah, karena Ayah tak cerewet seperti Ibu…
Eiittsss, sebentar dulu anakku, Ayah bukannya tak cerewet, tapi kata-kata di kepala Ayah berubah menjadi lengan yang kekar dan hangatnya dada Ayah, yang siap memeluk atau menggendongmu ketika suatu hari kau sakit misalnya. Ketahuilah sayang, bahwa Ayah dan Ibumu sudah berbagi peran, biarlah Ibumu yang banyak berkata-kata, karena memang itulah kekuatan Ibumu, biarlah Ayah lebih banyak diam, tapi Ayah selalu berfikir, untuk senantiasa memberikan penghidupan terbaik buatmu… ayah cukup sekali ber’dehem’ saja kuyakin anak-anakku sudah tau makna deheman Ayah, iya kan? Jadi, untuk apa lagi ayah banyak mengomel?? Lagipula, Ayah memang tak pandai memilih kata-kata, hehehe…

Ayah memang tak pandai mendongeng wahai jagoan kecilku, tapi Ayah siap jika sore nanti sepulang kerja kau mengajakku bermain badminton, atau menjadi lawanmu dalam sinetron “power-ranger” yang kau ciptakan. Ayah juga tak pandai memberi respon atas curhat-curhatmu wahai gadis remajaku, tapi Ayah siap menyeleksi siapa saja yang pantas untuk mendekatimu, hanya dengan satu tatapan mata Ayah…., dan juga bisa nanti Ayah tambah dengan sedikit kernyitan di dahi…

Suatu hari kau pernah bertanya mengapa ayah banyak menghabiskan waktu dengan membaca koran dibanding mengobrol dengan anaknya?? Taukah kau anakku, bahwa sebenarnya dari koran itulah ayah mencari inspirasi sebanyak-banyaknya agar ayah bisa memberikan saran terbaik buatmu, dalam memilih langkah hidup terbaik bagi masa depanmu, karena Ayahlah orang pertama yang paling bangga nantinya dengan keberhasilanmu. Ayah sudah membayangkan betapa tak kuasa ayahmu ini menahan rasa haru ketika suatu hari nanti mendengar gurumu bercerita tentang dahsyatnya potensimu, atau melihat betapa kau memiliki banyak teman dan dirindukan teman-temanmu, atau menyaksikanmu menjadi top-scorer ketika bertanding membela klub sepakbolamu, atau menyaksikanmu memberi pidato saat wisudamu, atau mengabari ayah tentang kelahiran anakmu….

Ayah tak perlu kau buatkan puisi
Ayah tak perlu kau beri bunga
seperti ketika kau rayakan Hari Ibu dengan Ibumu
perlakukanlah Ibumu dengan istimewa bukan hanya di hari Ibu ya Nak
sepanjang waktu Ibumu adalah istimewa buatmu
begitupun Ayahmu ini
bagi Ayah,  setiap hari adalah Hari Ayah
hari-hari betapa seorang Ayah mempertaruhkan segalanya demi anak-anaknya
segenap jiwa dan ragaku siap mengantarkanmu Nak menjemput impian terindahmu
bisa kau bayangkan betapa sulitnya Ayahmu ini akan membendung airmatanya
ketika suatu hari mendengar kau bercerita pada temanmu bahwa ……
Ayahku  adalah Ayah Terbaik buatku, Ayahku adalah Ayah Juara….
Bagaimana dengan Ayahmu??

Oleh : Bunda Shinta, 28 Desember 2011
Salut buat para Ayah di seluruh dunia atas pengorbanan dan cintanya….

3 comments:

  1. Bapakku adalah bapak ter-RAJIN di dunia menurutku, pun kami anak2 perempuannya tidak ada yang menandingi kerajinannya :) Beliau cakap mengerjakan pekerjaan di luar rumah dan di dalam rumah. Dan hebatnya lagi bapakku ngak pernah mengeluh kalau bekerja,walaupun itu melelahkan sekali.Berharap bisa memiliki 50 % dari kerajinan bapak :)....(Merry Tobing)

    ReplyDelete
  2. Terimakasih buat Bunda Shinta tentang artikel ayah...benar sekali ayah saya ga pernah marah,ga pernah saya lihat nangis....Dia(ayah)slalu tegar dan buat anak2 damai didekatx....saya berharap saya jg seperti ayah2 yg diinginkan dan diharapkan oleh anak2 saya...Aminnnnn....
    (andyusnara)

    ReplyDelete
  3. Benar bunda hari ayahhhh.......
    tak pernah terfikirkan..seandainya para ibu memahamkan hal seperti ini kepada anak-anaknya,kelak mereka akan menjadi ayah,dan ibu yang baik pula...mantap.

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan pendapat atau komentar anda