Setiap
tanggal 22 Desember
Semua orang
mengatakan “Selamat Hari Ibu” pada Ibu mereka
atau pada
Ibu-ibu lain yang bahkan tak dikenalnya…
Betapa kulihat
semua orang sangat menyayangi Ibunya,
Menyanjung jasa
Ibu dan mengenangnya sebagai hal terindah
Memang sangat
tak bisa dipungkiri bahwa jasa Ibu tak terukur oleh apapun
Lalu, mengapa
seakan-akan ada sosok yang terlupakan
Yang jasanya
tentu tak kalah besar dibanding Ibu
Siapakah Dia?
Ooowwhhhh, dia
adalah Sosok Ayah…
Sosok paling
perkasa di rumah yang siap melindungi dari bahaya apapun
Sosok paling
bertanggungjawab atas segala hal yang dibutuhkan anak-anak
Sosok yang dalam
diamnya menyimpan sejuta pusing ketika anak-anak berkata harus bayar sejumlah
uang ke sekolah…
Sosok yang dalam
tenangnya menyimpan sejuta kekalutan ketika tau ada masalah dengan anaknya
Adakah hari Special buat Ayah???
Tapi buat apa
ada Hari Ayah?
Bukankah Ayahku tak seperti Ibu, yang cinta luar biasa
padaku..,
Ibu mudah sekali
menangis dan khawatir padaku
Ibu sangat
sayang dan perhatian padaku…, hmmm nampaknya Ayah tak terlalu perhatian
padaku…, apakah Ayah tak sayang padaku??
Hmm, ketahuilah
anak-anakku…, Ayah mencoba menuangkannya lewat tulisan berikut ya…
Baca baik-baik
Nak…
Ayah
tak mudah menangis bukan karena ayah tak punya airmata Nak, tapi karena sebelum
keluar dari mata Ayah, airmata ayah sudah berubah menjadi keringat dan peluh,
yang kupertaruhkan setiap hari agar keringat itu bisa berubah menjadi uang,
yang bisa kau gunakan untuk memenuhi semua kebutuhanmu…, keringatku bisa berubah menjadi nasi dan lauk-pauknya Nak, agar bisa kau makan setiaphari…
Ayah
tak mudah mengeluarkan banyak kata-kata bukan karena ayah tak bisa ekspresif
seperti Ibumu, tapi karena ayah harus banyak berfikir, agar dengan cara
bagaimana ayah selalu bisa melindungi kalian anak-anakku dari segala bahaya
yang mengancam, harus menaungimu sebisa mungkin agar tak ada oranglain yang
bisa menginjak-injak kehormatan dan harga dirimu….
Tapi aku senang
sama Ayah, karena Ayah tak cerewet seperti Ibu…
Eiittsss,
sebentar dulu anakku, Ayah bukannya tak cerewet, tapi kata-kata di kepala Ayah
berubah menjadi lengan yang kekar dan hangatnya dada Ayah, yang siap memeluk
atau menggendongmu ketika suatu hari kau sakit misalnya. Ketahuilah sayang,
bahwa Ayah dan Ibumu sudah berbagi peran, biarlah Ibumu yang banyak
berkata-kata, karena memang itulah kekuatan Ibumu, biarlah Ayah lebih banyak
diam, tapi Ayah selalu berfikir, untuk senantiasa memberikan penghidupan
terbaik buatmu… ayah cukup sekali ber’dehem’ saja kuyakin anak-anakku sudah tau
makna deheman Ayah, iya kan? Jadi, untuk apa lagi ayah banyak mengomel?? Lagipula,
Ayah memang tak pandai memilih kata-kata, hehehe…
Ayah
memang tak pandai mendongeng wahai jagoan kecilku, tapi Ayah siap jika sore
nanti sepulang kerja kau mengajakku bermain badminton, atau menjadi lawanmu
dalam sinetron “power-ranger” yang kau ciptakan. Ayah juga tak pandai memberi
respon atas curhat-curhatmu wahai gadis remajaku, tapi Ayah siap menyeleksi
siapa saja yang pantas untuk mendekatimu, hanya dengan satu tatapan mata Ayah….,
dan juga bisa nanti Ayah tambah dengan sedikit kernyitan di dahi…
Suatu
hari kau pernah bertanya mengapa ayah banyak menghabiskan waktu dengan membaca
koran dibanding mengobrol dengan anaknya?? Taukah kau anakku, bahwa sebenarnya
dari koran itulah ayah mencari inspirasi sebanyak-banyaknya agar ayah bisa
memberikan saran terbaik buatmu, dalam memilih langkah hidup terbaik bagi masa
depanmu, karena Ayahlah orang pertama yang paling bangga nantinya dengan
keberhasilanmu. Ayah sudah membayangkan betapa tak kuasa ayahmu ini menahan
rasa haru ketika suatu hari nanti mendengar gurumu bercerita tentang dahsyatnya
potensimu, atau melihat betapa kau memiliki banyak teman dan dirindukan
teman-temanmu, atau menyaksikanmu menjadi top-scorer
ketika bertanding membela klub sepakbolamu, atau menyaksikanmu memberi pidato
saat wisudamu, atau mengabari ayah tentang kelahiran anakmu….
Ayah tak perlu
kau buatkan puisi
Ayah tak perlu
kau beri bunga
seperti ketika
kau rayakan Hari Ibu dengan Ibumu
perlakukanlah
Ibumu dengan istimewa bukan hanya di hari Ibu ya Nak
sepanjang waktu
Ibumu adalah istimewa buatmu
begitupun Ayahmu
ini
bagi Ayah, setiap hari adalah Hari Ayah
hari-hari betapa
seorang Ayah mempertaruhkan segalanya demi anak-anaknya
segenap jiwa dan
ragaku siap mengantarkanmu Nak menjemput impian terindahmu
bisa kau
bayangkan betapa sulitnya Ayahmu ini akan membendung airmatanya
ketika suatu
hari mendengar kau bercerita pada temanmu bahwa ……
Ayahku adalah Ayah Terbaik buatku, Ayahku adalah Ayah
Juara….
Bagaimana dengan
Ayahmu??
Oleh
: Bunda Shinta, 28 Desember 2011
Salut
buat para Ayah di seluruh dunia atas pengorbanan dan cintanya….






Bapakku adalah bapak ter-RAJIN di dunia menurutku, pun kami anak2 perempuannya tidak ada yang menandingi kerajinannya :) Beliau cakap mengerjakan pekerjaan di luar rumah dan di dalam rumah. Dan hebatnya lagi bapakku ngak pernah mengeluh kalau bekerja,walaupun itu melelahkan sekali.Berharap bisa memiliki 50 % dari kerajinan bapak :)....(Merry Tobing)
ReplyDeleteTerimakasih buat Bunda Shinta tentang artikel ayah...benar sekali ayah saya ga pernah marah,ga pernah saya lihat nangis....Dia(ayah)slalu tegar dan buat anak2 damai didekatx....saya berharap saya jg seperti ayah2 yg diinginkan dan diharapkan oleh anak2 saya...Aminnnnn....
ReplyDelete(andyusnara)
Benar bunda hari ayahhhh.......
ReplyDeletetak pernah terfikirkan..seandainya para ibu memahamkan hal seperti ini kepada anak-anaknya,kelak mereka akan menjadi ayah,dan ibu yang baik pula...mantap.