Thursday, July 25, 2013

Mari Jadi AyahBunda Hebat bagi Anak Luarbiasa



Setiap Anak adalah Juara
Oleh : Shinta, S.Pd., M.Si., M.A.
(Bunda Cinta)

Suatu siang di sebuah arena perlombaan tentang kegemaran membaca, dikemas dalam suatu event “Raja dan Ratu Buku Tingkat Propinsi” …….., nama sebuah sekolah disebut beberapa kali dalam setiap kategori, hingga akhirnya …..”dan juara umum diraih oleh…. Sekolah Dasar Bla bla bla…. Yogyakarta…” Seketika ruangan membahana dengan gemuruh tepuk tangan ungkapan syukur dan kebahagiaan.
            Alhamdulillahirobbil’alaminnn…., segala puji bagi Allah yang telah banyak sekali memberikan banyak karunia kepada kita semua. Syukur tak terhingga kepada Allah yang senantiasa menguatkan anak-anak kami dalam setiap lomba, baik mewakili pribadi maupun mewakili sekolah. Jangankan sebagai peserta perlombaan, sebagai supporter ataupun penonton ataupun hanya mendengar berita tentang kemenangan sekolah kitapun rasanya sudah sangat membanggakan. Tetapi dalam setiap perlombaan, selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Itulah permainan, harus ada yang dimenangkan dan harus ada yang dikalahkan pula. Nah dalam proses belajar, setiap anak adalah juara, apakah maksudnya?? Mari kita bahas bersama-sama yukkk….
            Setiap anak manusia lahir sebagai pemenang. Benih janin yang tumbuh dan berkembang dalam rahim Ibu adalah dari bibit terbaik, yang berhasil mengalahkan ribuan benih lain dari sel seorang pria, lalu bertemu dengan sel telur seorang wanita. Jadi sejak di dalam kandungan pun, kita ini sudah terbiasa berkompetisi, lalu lahir sebagai bibit unggul yang punya banyak potensi.
            Manusia adalah ciptaan Allah yang sempurna, memiliki banyak kelebihan, di antaranya kemampuan berfikir (ulil albab). Tinggal bagaimana setiap orang saja lah berusaha mengoptimalkan setiap potensinya. Allah sungguh Maha Adil. Ketika seorang manusia diberi cobaan memiliki kekurangan di salah satu panca indera, maka Allah melebihkan potensi indera nya yang lain. Misalnya, seorang yang buta artinya tidak dapat melihat. Tetapi Allah melebihkan padanya pendengaran yang kuat, atau melebihkan tajamnya mata hati mereka sehingga mampu merasakan warna-warni sekelilingnya.
            Ayo segeralah kita bercermin, untuk segera menghitung-hitung, berapa nikmat Allah begitu lengkapnya yang sudah diberikan kepada kita, tetapi mengapa sampai sekarang belum atau tidak digunakan secara optimal. Tengoklah para juara-juara di setiap perlombaan, mereka punya kaki, tangan, mata, telinga, yang jumlahnya sama dengan yang kita miliki, tetapi mengapa diri ini masih saja santai tak melakukan apa-apa,,,,
            Dalam psikologi, dikenal adanya Teori Hierarki Kebutuhan, yang lebih dikenal dengan teori Maslow. Teori Maslow menyatakan kebutuhan manusia yang paling rendah adalah kebutuhan biologis seperti makan dan minum, sedangkan kebutuhan yang paling tinggi adalah kebutuhan untuk mendapat penghargaan dan mengaktualisasikan diri. Salah satu aspek dalam penghargaan dan aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk berprestasi. Kaitannya dengan anak-anak kita di sekolah, tugas orangtua dan guru lah yang senantiasa tak bosan untuk memberikan motivasi dalam berprestasi.
            Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi Ekstrinsik.
1.      Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.
2.      Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.

Grafik motivasi berprestasi setiap anak naik turun dengan dinamika yang berbeda-beda. Bagi anak yang sudah matang, grafiknya lebih stabil, tetapi bagi anak yang belum matang kondisi psikologisnya, maka diperlukan peran lebih dari orangtua dan guru untuk senantiasa memotivasinya. Jangankan anak-anak yang memang masih muda belia, bahkan para orang dewasa pun sering sekali memerlukan motivasi dari oranglain untuk senantiasa semangat menghadapi tantangan.
Ayolah para orangtua, teruslah semangat menjadi penyemangat anak-anak. Seyogyanya, tak ada kata bosan dalam terus memotivasi anak. Sejatinya, tak ada anak yang dilahirkan bodoh, hanya kitalah para orangtua yang masih belum cerdas dalam menemukan kelebihan anak-anak kita. Hargailah setiap anak yang telah berkompetisi melawan ego dan rasa tidak percaya dirinya sendiri, melawan rasa malu dan sejenisnya. Dan ketika mereka berhasil mengalahkan rasa malas untuk mau bangkit, maka saat itulah mereka telah menjadi pemenang.
Buat anak-anak, tak ada alasan untuk tidak maju ya, tak ada alasan untuk tidak berprestasi, lakukanlah yang terbaik dari setiap diri kalian, tak ada alasan untuk minder. Kalian bisa terus bersaing dan berkompetisi dengan seluruh teman-teman dari negri ini, bahkan di luar negri sekalipun, tak perlu pusing memikirkan peringkat atau juara berapa yang akan diraih, tapi memaknai indahnya proses perjuangan kalian itulah yang lebih utama. Kalian tentu akan memanen dari apa-apa yang kalian pernah tanam. Percayalah Nak, kami para orangtua dan juga guru, sangat bangga pada kalian semua, karena setiap dari kalian adalah….Juara…..

Penulis adalah Alumni Magister Psikologi
Universitas Gadjah Mada, dan Direktur di
Bunda Cinta Parenting Centre
(www.bundacinta.com)

0 comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pendapat atau komentar anda