Jangan Gila
Donk…
![]() |
| Terus menebar cahaya |
Tak ada yang kebetulan di dunia ini.
Semua terjadi menurut kehendakNya. Tinggal bagaimana kita yang bisa atau tidak
memaknai setiap peristiwa. Termasuk pertemuan pertamaku dengannya di medio
Oktober 2011. Dia adalah seorang teman, sahabat, guru, coach, trainer atau
sebutan apapun lah peranannya bagi saya, yang jelas darinya saya banyak sekali
mendapat cahaya atau pencerahan dalam memaknai tapak-tapak kehidupan ini. Hmmm,
Dr. Gunawan namanya, dia yang membuka
pintu bagi saya untuk mempelajari lebih jauh bahwa ternyata betapa hebatnya
sebuah kata atau kalimat dapat mencuci atau mendesain susunan syaraf kita dan
secara langsung ataupun tidak dapat mempengaruhi pola berfikir kita yang kemudian
nampak dari sifat, karakter dan tingkahlaku kita sehari-hari.
Salah satu ‘ilmu’ yang ditransfer ke
saya dan menurut saya amatlah sakti adalah ilmu tentang Insanity (kegilaan). Teori itu sangat berkesan buat saya, mungkin karena
itu kalimat pertamanya ketika bertemu dengan saya, dan juga memang karena
isinya sangat ‘kena’ di hati saya. Konsep tentang Insanity dikemukakan oleh
Albert Einstein. (Uuuupppsss selama ini
saya taunya si Einstein tu cuma punya satu teori yaitu tentang Hukum Kekekalan
Energi lhooo…, hiiiii maluuu saya.., kemana aja Shintaaaa…??). Menurut
Einstein, konsep ‘Insanity’ atau ‘kegilaan’ adalah sebuah konsep yang
mengatakan bahwa disebut gila lah seseorang jika ia melakukan sesuatu secara
terus menerus dengan cara yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Apa
artinya ya….? Berkacalah kepada pengalaman hidup kita masing-masing, bahwa
berarti selama ini kita (termasuk saya) sering sekali menjadi orang
gila…..whuaaaa sepertinya pada gak terima nih yang baca artikel ini. Ssssttt, maaf
dehhhh, tunggu dulu sahabat, kita memang (mungkin) pernah gila karena
kemarin-kemarin sering melakukan sesuatu dengan cara yang sama terus-menerus
tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Contoh yang paling sederhana aja
dech.., dulu waktu kita masih di bangku sekolah mungkin kita sering sekali malas
belajar di saat menjelang ulangan atau ujian. Adaaaa saja alasan untuk
menghalangi diri rajin belajar. Nah, kebiasaan malas belajar itu sering kita
praktekkan dalam konsep SKS (Sistem Kebut Semalam), biasanya pas malam
menjelang ujian saja kita belajarnya. Sebagian besar dari pelaku SKS lalu tau
akibat bahwa dengan sistemnya tersebut dia mendapatkan hasil yang jelek atau
katakanlah kurang maksimal. Tetapi, mengapakah kemudian system tersebut
terus-menerus dipakainya selama bertahun-tahun, tetap saja praktekkan SKS,
tetapi dari dalam lubuk hatinya selalu tersimpan harapan bahwa hasil ujiannya memuaskan atau mendapat nilai
yang bagus..?? padahal, semua tau tentunya bahwa seandainya ia rajin belajar
tentu hasilnya akan jauh lebih bagus dan cemerlang. Hmmmm, akhirnya tak
perlu marah dech dikatakan gila karena waktu SD kita malas belajar, lalu
nilainya pas-pasan aja, tetapi kenapa selama belasan atau puluhan tahun
kemudian (ketika SMP, SMA, bahkan di bangku kuliah) kita tetap pakai cara yang
sama (dengan sering malas belajar)
tetapi ingin mendapatkan hasil yang berbeda (=memuaskan)….. #kalau kata anak
jaman sekarang: Gak mungkin lah yauwww,
mimpi kali yee…#
Ketika mendengarkan konsep Insanity ini, fikiran saya lalu
mengembara ke alam ‘parenting’. Owwwh, betapa dalam praktek hubungan kita
sehari-hari antara orangtua dan anak atau guru dengan siswa, kita ternyata
sering sekali ‘gila’….?? Kenapa banyak sekali energy dan waktu yang kita
habiskan untuk melakukan sesuatu terus-menerus dengan cara yang sama tetapi
mengharapkan hasil yang berbeda pada diri anak atau siswa kita?? Ketika seorang
Ibu pusing melihat anaknya yang sulit sekali disuruh belajar, seorang ayah yang
gemes dengan anak yang selalu membangkang, atau seorang guru yang angkat tangan (=menyerah) ketika menghadapi siswa-siswanya di sebuah kelas (misalnya siswa
kelas 3 SD yang semua sulit sekali diajarkan tentang konsep perkalian). Kenapa
selama ini yang kita salahkan selalu si anak atau siswa di kelas..?? Hmmm…,
coba sekali ini aja please berkaca dulu yuk ke diri kita masing-masing, sudah
benarkah cara yang kita pakai??
Dengan memahami konsep ini, coba
kita aplikasikan ke dalam cara kita sehari-hari baik sebagai orangtua maupun
sebagai guru dalam rangka menginginkan perilaku atau kemampuan anak atau siswa
sesuai yang kita harapkan. Jadi kalau suatu saat anak masih jauh dari target
atau harapan kita, kesalahan (mungkin) bukan berada pada anak, tetapi cobalah
evaluasi apakah cara atau strategi kita yang masih belum benar. Lalu dengan
demikian, para orangtua dan guru tentunya akan selalu menjadi orang yang
kreatif dan berinovasi dalam mencari cara-cara yang baru sehingga tepat
digunakan kepada sasaran yang dituju.
So, jika dalam kehidupan sehari kita
selalu pakai cara yang sama terus-menerus, dan anak tetap juga tidak mau
berubah seperti yang kita harapkan, dan sang orangtua juga ‘keukeuh’ tetap
tidak mau berubah, maka kita sebagai sesama orangtua, boleh donk untuk
mengatakan : Jangan Gila donk…’. Hmmm, maaffff banget, kalimatnya agak ‘kasar’,
tapi rasanya kesan itu akan bergeser ketika kita menggunakannya dengan ‘hati’
dan nada yang tepat, tentunya sasarannya juga orang yang benar-benar tepat ya,
tujuannya sih agar naluri ‘keangkuhan’ kita sebagai orangtua dapat mudah
terkikis karena ‘ditampar’ kalimat ini. Ssssttt, cara ini juga ampuh lho untuk
saling mengingatkan antara Ayah dan Bunda, tentunya dengan nada bicara yang
enak yaaaa…… jadi sekali lagi, untuk mendapatkan hasil terbaik bagi anak-anak
kita, yuk katakana pada diri kita masing-masing: “Jangan Gila donk……”. Astaghfirullah al adzim…,
Wallahua’lambishowab…
Oleh
; Bunda Shinta
Jogja,
30 Oktober 2011
Big
Thanks n Respect buat teman, sahabat, Coach, dan Guru saya, Dr. Gunawan, yang
telah membagi banyak sekali cahayanya kepada saya. Saya gak tau harus
mengucapkan terimakasih dengan cara bagaimana lagi pada beliau, kalau saya mau
dan punya waktu untuk nulis, whuaaaa bisa jadi sebuah buku deh insight darimu
Coach. Barakallah. Hanya slalu teringat pesannya: Semua karena Allah.







wah, pengen ga gila.....ternyata aku dah gila ini...hff. Saluut deh artikelnya
ReplyDeletehaaaaahh berarti aku gila ya selama ini.., ampun dahh, aku pengen anak2ku ikut aturanku, tp caraku gak pernah berubah, dan blm berhasil emang sampai skrg melihat anak2 sesuai yg kuinginkan (by. Heni) thanks Mb Shinta...
ReplyDelete