Thursday, January 19, 2012

Jangan Gila Donk....


Jangan  Gila  Donk…

Terus menebar cahaya
            Tak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua terjadi menurut kehendakNya. Tinggal bagaimana kita yang bisa atau tidak memaknai setiap peristiwa. Termasuk pertemuan pertamaku dengannya di medio Oktober 2011. Dia adalah seorang teman, sahabat, guru, coach, trainer atau sebutan apapun lah peranannya bagi saya, yang jelas darinya saya banyak sekali mendapat cahaya atau pencerahan dalam memaknai tapak-tapak kehidupan ini. Hmmm, Dr. Gunawan  namanya, dia yang membuka pintu bagi saya untuk mempelajari lebih jauh bahwa ternyata betapa hebatnya sebuah kata atau kalimat dapat mencuci atau mendesain susunan syaraf kita dan secara langsung ataupun tidak dapat mempengaruhi pola berfikir kita yang kemudian nampak dari sifat, karakter dan tingkahlaku kita sehari-hari.

            Salah satu ‘ilmu’ yang ditransfer ke saya dan menurut saya amatlah sakti adalah ilmu tentang Insanity (kegilaan). Teori  itu sangat berkesan buat saya, mungkin karena itu kalimat pertamanya ketika bertemu dengan saya, dan juga memang karena isinya sangat ‘kena’ di hati saya. Konsep tentang Insanity dikemukakan oleh Albert Einstein. (Uuuupppsss selama ini saya taunya si Einstein tu cuma punya satu teori yaitu tentang Hukum Kekekalan Energi lhooo…, hiiiii maluuu saya.., kemana aja Shintaaaa…??). Menurut Einstein, konsep ‘Insanity’ atau ‘kegilaan’ adalah sebuah konsep yang mengatakan bahwa disebut gila lah seseorang jika ia melakukan sesuatu secara terus menerus dengan cara yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Apa artinya ya….? Berkacalah kepada pengalaman hidup kita masing-masing, bahwa berarti selama ini kita (termasuk saya) sering sekali menjadi orang gila…..whuaaaa sepertinya pada gak terima nih yang baca artikel ini. Ssssttt, maaf dehhhh, tunggu dulu sahabat, kita memang (mungkin) pernah gila karena kemarin-kemarin sering melakukan sesuatu dengan cara yang sama terus-menerus tetapi mengharapkan hasil yang berbeda. Contoh yang paling sederhana aja dech.., dulu waktu kita masih di bangku sekolah mungkin kita sering sekali malas belajar di saat menjelang ulangan atau ujian. Adaaaa saja alasan untuk menghalangi diri rajin belajar. Nah, kebiasaan malas belajar itu sering kita praktekkan dalam konsep SKS (Sistem Kebut Semalam), biasanya pas malam menjelang ujian saja kita belajarnya. Sebagian besar dari pelaku SKS lalu tau akibat bahwa dengan sistemnya tersebut dia mendapatkan hasil yang jelek atau katakanlah kurang maksimal. Tetapi, mengapakah kemudian system tersebut terus-menerus dipakainya selama bertahun-tahun, tetap saja praktekkan SKS, tetapi dari dalam lubuk hatinya selalu tersimpan harapan bahwa  hasil ujiannya memuaskan atau mendapat nilai yang bagus..?? padahal, semua tau tentunya bahwa seandainya ia rajin belajar tentu hasilnya akan jauh lebih bagus dan cemerlang. Hmmmm, akhirnya tak perlu marah dech dikatakan gila karena waktu SD kita malas belajar, lalu nilainya pas-pasan aja, tetapi kenapa selama belasan atau puluhan tahun kemudian (ketika SMP, SMA, bahkan di bangku kuliah) kita tetap pakai cara yang sama  (dengan sering malas belajar) tetapi ingin mendapatkan hasil yang berbeda (=memuaskan)….. #kalau kata anak jaman sekarang: Gak mungkin lah yauwww, mimpi kali yee…#

            Ketika mendengarkan konsep Insanity ini, fikiran saya lalu mengembara ke alam ‘parenting’. Owwwh, betapa dalam praktek hubungan kita sehari-hari antara orangtua dan anak atau guru dengan siswa, kita ternyata sering sekali ‘gila’….?? Kenapa banyak sekali energy dan waktu yang kita habiskan untuk melakukan sesuatu terus-menerus dengan cara yang sama tetapi mengharapkan hasil yang berbeda pada diri anak atau siswa kita?? Ketika seorang Ibu pusing melihat anaknya yang sulit sekali disuruh belajar, seorang ayah yang gemes dengan anak yang selalu membangkang, atau seorang guru yang angkat tangan  (=menyerah) ketika menghadapi  siswa-siswanya di sebuah kelas (misalnya siswa kelas 3 SD yang semua sulit sekali diajarkan tentang konsep perkalian). Kenapa selama ini yang kita salahkan selalu si anak atau siswa di kelas..?? Hmmm…, coba sekali ini aja please berkaca dulu yuk ke diri kita masing-masing, sudah benarkah cara yang kita pakai??

            Dengan memahami konsep ini, coba kita aplikasikan ke dalam cara kita sehari-hari baik sebagai orangtua maupun sebagai guru dalam rangka menginginkan perilaku atau kemampuan anak atau siswa sesuai yang kita harapkan. Jadi kalau suatu saat anak masih jauh dari target atau harapan kita, kesalahan (mungkin) bukan berada pada anak, tetapi cobalah evaluasi apakah cara atau strategi kita yang masih belum benar. Lalu dengan demikian, para orangtua dan guru tentunya akan selalu menjadi orang yang kreatif dan berinovasi dalam mencari cara-cara yang baru sehingga tepat digunakan kepada sasaran yang dituju.

            So, jika dalam kehidupan sehari kita selalu pakai cara yang sama terus-menerus, dan anak tetap juga tidak mau berubah seperti yang kita harapkan, dan sang orangtua juga ‘keukeuh’ tetap tidak mau berubah, maka kita sebagai sesama orangtua, boleh donk untuk mengatakan : Jangan Gila donk…’. Hmmm, maaffff banget, kalimatnya agak ‘kasar’, tapi rasanya kesan itu akan bergeser ketika kita menggunakannya dengan ‘hati’ dan nada yang tepat, tentunya sasarannya juga orang yang benar-benar tepat ya, tujuannya sih agar naluri ‘keangkuhan’ kita sebagai orangtua dapat mudah terkikis karena ‘ditampar’ kalimat ini. Ssssttt, cara ini juga ampuh lho untuk saling mengingatkan antara Ayah dan Bunda, tentunya dengan nada bicara yang enak yaaaa…… jadi sekali lagi, untuk mendapatkan hasil terbaik bagi anak-anak kita, yuk katakana pada diri kita masing-masing: “Jangan Gila donk……”. Astaghfirullah al adzim…, Wallahua’lambishowab…

Oleh ; Bunda Shinta
Jogja, 30 Oktober 2011

Big Thanks n Respect buat teman, sahabat, Coach, dan Guru saya, Dr. Gunawan, yang telah membagi banyak sekali cahayanya kepada saya. Saya gak tau harus mengucapkan terimakasih dengan cara bagaimana lagi pada beliau, kalau saya mau dan punya waktu untuk nulis, whuaaaa bisa jadi sebuah buku deh insight darimu Coach. Barakallah. Hanya slalu teringat pesannya: Semua karena Allah.

2 comments:

  1. wah, pengen ga gila.....ternyata aku dah gila ini...hff. Saluut deh artikelnya

    ReplyDelete
  2. haaaaahh berarti aku gila ya selama ini.., ampun dahh, aku pengen anak2ku ikut aturanku, tp caraku gak pernah berubah, dan blm berhasil emang sampai skrg melihat anak2 sesuai yg kuinginkan (by. Heni) thanks Mb Shinta...

    ReplyDelete

Silahkan tinggalkan pendapat atau komentar anda